Melekat, namun tak terlihat

Disadari ataupun tidak, kita memiliki apa yang dinamakan dengan prilaku yang menyenangkan (positif reinforcement) dan perilaku menyusahkan (negatif reinforcement). Ambil contoh ketika kita sedang berlalu lintas di jalan raya. Saat kondisi jiwa kita stabil akan lebih memperhatikan keselamatan, namun ketika kondisi jiwa kita sedang terburu-buru, maka keselamatan hanya sebuah khiasan belaka.

sabuk keselamatan

Gunakanlah sabuk keselamatan

Begitu pula apa yang dialami oleh SABUK KESELAMATAN. Bagi orang yang mengerti keselamatan jiwanya tentu akan memanfaatkan sabuk keselamatan saat berkendaraan. Bagi yang belum memahami, tentu ia hanya sebagai hiasan mobil saja. Sehingga ketika kecelakaan, apa yang terjadi? Resiko yang dialami tanpa menggunakan sabuk keselamatan lebih besar ketimbang mereka yang memakainya.

Mengapa kita tidak menjadikan sabuk keselamatan sebagai kultur keselamatan lalu lintas bagi diri sendiri? Dimana kita lebih menyadari pentingnya memakai sabuk keselamatan, sehingga sabuk keselamatan yang selama ini melekat namun tak terlihat menjadi melekat dan berguna.

3 responses to “Melekat, namun tak terlihat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s