Laka Lantas di Jembrana Tinggi

Jumlah kecelakaan lalu lintas (laka Lantas) di Jembrana saat ini tergolong tinggi. Kendati demikian, secara kwalitas atau korban tewas akibat laka lantas mulai berkurang.

Data yang dihimpun Denpost di Polres Jembrana, jumlah laka lantas tahun 2009 lalu mencapai 147 dengan korban meninggal dunia 86 orang, luka berat 7 orang, luka ringan 180 orang, dengan kerugian material Rp. 322.450.000,- .

Sedangkan kasus laka lantas tahun 2010 lalu sebanyak 166, dengan korban meninggal dunia 72 orang, luka berat 2 orang dan luka ringan 211 orang, serta kerugian material Rp. 274.250.000,- atau mengalami kenaikan 12,92 %.

Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Nuryana seijin Kapolres AKBP Irfing Jaya mengakui, jumlah laka lantas di Jembrana memang mengalami peningkatan dari tahun 2009, namun secara kwalitas menurun, karena korban meninggal dunia bisa ditekan.

Berbagai langkah dilakukan untuk menekan kasus laka lantas diantarnya memperketat pengeluaran SIM, meningkatkan operasi (giat 2.1) dilapangan, melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan anak sekolah, meningkatkan hunting secara rutin serta meningkatkan patroli saat jam rawan kecelakaan.

“Dilapangan, kami mengerahkan 60 persen personel dari 107 anggota Polantas untuk melakukan pengamanan, termasuk di titik-titik rawan dan pos kawasan tertib lalu lintas” jelas AKP Nyoman Nuryana.

Menurut rencana, Polres Jembrana memberikan tiga unit sepeda motor ke masing-masing polsek untuk melakukan patroli khusus pengawasan rambu-rambu lalu lintas.

“Kecelakaan sering terjadi karena adanya pelanggaran rambu. Inilah yang akan kami tingkatkan pengawasannya di wilayah masing-masing polsek”, tambah AKP Nyoman Nuryana.

Pihaknya sejak dulu menekankan kepada penguna jalan agar takut pada rambu lalu lintas, bukan kepada polisi. “Lebih baik mematuhi rambu-rambu lalu lintas dari pada petugas,” jelasnya.

Tinggi kasus laka lantas di Jembrana, menurut AKP Nuryana, juga karena faktor manusia, selain karena tidak mematuhi rambu lalu lintas, tidak memiliki SIM, yaitu faktor jalan, cuaca, dan kondisi pengemudi saat berkendaraan.

“Dari sekian banyak lakalantas selama ini, sebagian besar warga tidak memiliki SIM. Hal inilah yang membuat kami kini memperketat pengeluaran SIM,” tandasnya.

Untuk meningkatkan penanganan laka lantas di jalur Denpasar-Gilimanuk, jajaran Polres Jembrana merencanakan membangun program penanganan laka terpadu yang jadi pos awal untuk penanganan. Di Pos penanganan laka terpadu ini nanti siaga dari berbagai instansi terkait diantaranya Polisi, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Dinas PULH, Dinas Kesehatan, serta derek. “Jika nanti ada kecelakaan, tim inilah yang turun dan melakukan penanganan langsung. Jika ada yang meningal dunia, asuransinya segera dibayarkan.

Demikian juga Dinas PU bisa segera mengkaji kondisi jalan, sedangkan Dinas Perhubungan bisa mengkaji rambu-rambu lalu lintas, ambulance dan derek juga disiagakan disana,” tambah AKP Nuryana.

Untuk gedung Pos penanganan laka terpadu ini, pihaknya mengusulkan ke Pemkab Jembrana untuk menggunakan bangunan Rest Area Rambut Siwi. “Nanti tinggal kami renovasi dan kami segera rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan propinsi Bali”, kata Nuryana.

Sedangkan untuk proses penyidikan jika kasus laka lantas lanjut akan diserahkan ke Polres Jembrana. “jadi Quick response atau penanganannya bisa lebih cepat, dan kami harapkan agar thun ini programnya bisa dilaksanakan Jelasnya.”(wit)

Repost dari Surat Kabar Denpost (13 Januari 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s